Category Archives: Pengobatan dengan susu kambing etawa

Ragam Rasa Susu Kambing Etawa Super-E Yang Bermanfaat

By   December 16, 2014

Ragam Rasa Susu Kambing Etawa Super-E Yang Bermanfaat

Rasa susu kambing etawa – Kambing etawa adalah kambing yang memang baik sekali untuk di ambil dan di perah susu nya. Karena susu kambing ini memiliki kandungan susu yang memang sangat banyak. Namun pada saat ini mungkin susu kambing memang belum terlalu beredar luas di pasaran. Hal tersebut di karenakan mungkin beberapa hal. Maka dari itu peredaran dari susu kambing etawa belum tersebar luas dan belum di kenal luas. Akan tetapi di negara – negara luar lain nya, seperti hal nya negara australia mempercayai bahwa susu kambing etawa memang lah yang terbaik. Hal ini di buktikan oleh susu kambing etawa adalah susu just the one only yang harus di berikan pada anak bayi mereka sebagai pengganti ASI air susu ibu.

Kelebihan Susu Kambing Etawa

Susu kambing etawa memang sangat kaya manfaat dan khasiat nya. Susu kambing etawa ini akan sangat di anjurkan bagi kita semua. Contoh nya saja jika kamu adalah orang tua yang tidak bisa memberikan ASI nya kepada anak nya. Mungkin ASI anda mengalami beberapa masalah misal nya tidak bisa keluar, walau pun keluar mungkin tidak begitu lancar dan banyak hal yang mungkin membuat susu kambing ini menjadi pilihan utama  bagi anda dan akan membantu anda untuk memberikan gizi yang tinggi bagi anak anda. Hal ini di sebab kan oleh kandungan gizi dan vitamin dari susu kambing etawa ini hampir setara dengan susu ibu atau ASI. Memang pada dasar nya air susu ibu adalah ASI yang paling baik untuk di berikan dan di konsusmsi oleh anak nya, namun jika anda mengalami masalah dengan ASI anda anda pun tidak bisa apa – apa bukan? Untuk itu jika anda mengalami masalah yang membuat anda untuk tidak memberikan ASI anda kepada bayi anda maka beralih lah ke susu kambing etawa.

Selain itu susu kambing etawa yang mampu menyembuhkan penyakit juga menambah susu ini sangat di anjurkan sekali untuk mereka yang ingin menyembuhkan penyakit mereka. Penyakit – penyakit seperi asam lambung, sesak nafas, sakit kepala bahkan vertigo sekli pun dapat membuat kita menjadi sembuh dan sehat kembali akibat dari mengkonsumsi susu kambing etawa ini. Susu kambing etawa yang harus anda konsumsi sesering mungkin guna untuk penyembuhan berbagai penyakit yang anda alami tersebut. Jika anda tidak memiliki penyakit apa pun namun ingin membuat tubuh anda menjadi fresh dan segar anda mungkin harus mengkonsumsi susu kambing 1 – 2 hari sekali. Dan jika untuk menyembuh kan penyakit minum lah 3 – 4 hari sekali maka dengan meminum nya kesehatan anda akan kembali pulih.

Ragam dari susu kambing etawa ini memang sungguh sangat bermacam – macam. Begitu pula dengan rasa susu kambing etawa ini. Susu kambing etawa ini memiliki rasa yang original yang mungkin memiliki rasa susu pada umum nya. Namun kini produsen susu kambing etawa membuat berbagai rasa untuk susu kambing etawa ini sehingga mereka yang mengkonsumsi nya tidak akan merasa bosan dengan rasa yang itu – itu saja. Ada pun rasa yang di buat dalam susu kambing etawa ini adalah rasa yang sering kita jumpai yaitu rasa coklat. Namun ada juga berbagai rasa buah yang mungkin juga dapat menjadi alternatif anda. Ada pun rasa – rasa buah tersebut adalah rasa buah setrobery, anggur, melon dan lainnya.

Konsumsi Antibiotik Sebelum Usia 2 Tahun Berisiko Obesitas

By   October 3, 2014

Anak-anak yang didapatkan antibiotik spektrum luas saat sebelum umur 2 th. mungkin saja bakal hadapi resiko lebih tinggi untuk alami obesitas sepanjang masa kanak-kanak, riset baru tunjukkan.
Antibiotik Spektrum Luas serta Sempit

Juga sebagai info, antibiotika dibagi jadi dua bila berdasar pada spektrumnya, yaitu antibiotika spektrum luas (Group tetracylin, amoxicillin, ampicillin, chloramfenicol, serta derivat Quinolon generasi baru, dsb) serta antibiotika spektrum sempit (termasuk juga penicillin, colistin, polimixin, makrolid, aminoglikosida, dsb) ».

“Ini adalah argumen untuk memikirkan perihal apakah anda membutuhkan antibiotik serta antibiotik mana yang anda tentukan, ” kata pemimpin peneliti Dr. Charles Bailey.

Bailey serta rekan-rekannya lihat catatan kesehatan nyaris seputar 65. 000 anak-anak yang ada di klinik dari th. 2001 sampai 2013. Beberapa peneliti mencermati anak-anak itu mulai umur 5 th.. Mereka mencermati tinggi serta berat tubuh anak-anak, yang lalu diklasifikasikan ke berat tubuh normal, keunggulan berat tubuh, atau obesitas.

Beberapa penulis riset temukan bahwa 69 % dari anak-anak diberikan antibiotik saat sebelum usia 2 th.. Dengan cara rata-rata, anak-anak itu mempunyai 2, 3 episode pemakaian antibiotik.

Anak-anak yang mempunyai 4 atau lebih ‘paparan’ antibiotik yaitu 11 % condong jadi gemuk dari pada yg tidak diberikan antibiotik. Beberapa peneliti juga lihat apakah antibiotik yang diresepkan itu dari kelompok spektrum luas atau spektrum sempit. Akhirnya di ketahui bahwa anak-anak yang memperoleh antibiotik spektrum luas mempunyai resiko 16 % lebih tinggi untuk alami obesitas dibanding dengan yg tidak. Sekarang ini tak diketemukan jalinan pada antibiotik spektrum sempit serta resiko obesitas.

Beberapa peneliti mempertimbangkan aspek-faktor lain yang memengaruhi obesitas seperti status asuransi, pemakaian steroid, serta diagnosis asma.

Studi ini dipublikasikan dalam edisi 29 September 2014 di jurnal JAMA Pediatrics.

Bailey serta timnya mengambil keputusan untuk lihat kemungkinan ada jalinan pada pemakaian antibiotik dengan cara awal serta resiko obesitas lantaran riset pada awal mulanya sudah temukan bahwa lingkungan mikroba usus seorang bisa dikaitkan dengan obesitas ; serta pemakaian antibiotik bisa memengaruhi lingkungan itu.

“Apa yang kita saksikan disini yaitu suatu asosiasi, ” kata Bailey. “Namun kami belum menunjukkan jalinan karena serta disebabkan, ” tuturnya.

Untuk beberapa besar anak-anak, obesitas tidaklah hasil dari suatu hal yang mereka kerjakan atau tak kerjakan, “katanya. Serta resiko obesitas sebesar 16 % lebih tinggi tidaklah hal yang bagus, serta banyak aspek yang bisa mendorong resiko obesitas jadi tambah.

Orangtua bisa ajukan pertanyaan pada dokter apakah anak-anak mereka betul-betul memerlukan antibiotik atau tak. Bila ya, orangtua bisa ajukan pertanyaan lagi apakah antibiotik spektrum sempit masih tetap bisa lakukan tugasnya atau tak.

Dr Andrew Pavia dari University of Utah School of Medicine memberikan bahwa resiko yang diketemukan memanglah relatif kecil, tetapi temuan ini jadi argumen kita untuk lebih waspada dalam pemakaian antibiotik.